Zaman sekarang teknologi mendominasi hampir semua bidang. Rasanya sulit melepaskan teknologi dari hidup kita. Salah satunya adalah Blackberry alias BB. Akhir-akhir ini banyak teman-teman saya yang masih setia dengan ponsel non-BB mengeluh dengan keberadaan ponsel yang katanya pintar itu. Mereka merasa dianaktirikan karena tidak memakai BB. Kenapa bisa begitu? Karena hampir semua info perkuliahan, baik resmi maupun non-resmi, disebarluaskan via BB. Jadi mereka sering tidak mendapatkan kabar karena tidak punya BB. Di satu sisi memang kasihan, ada yang akhirnya membeli BB dengan salah satu alasannya adalah agar mendapat info-info perkuliahan. Namun dunia ini sudah ‘dijajah’ teknologi dan itu tak bisa disalahkan. Semua semakin berkembang dan orang-orang tentu menginginkan semua sesuatu berjalan lebih mudah dan cepat. Mereka pun kalah oleh teknologi.
Saya pun akhirnya kalah oleh teknologi. dulu saya pernah mengatakan tidak mau membuat Twitter yang menurut saya agak aneh. Sampai sekarang pun saya masih merasa itu aneh. Namun apa mau dikata, sekarang kebanyakan orang mulai meninggalkan Facebook dan berpaling ke Twitter. Dengan begitu banyak pula info-info perkuliahan yang berpaling ke Twitter. Dan saya akhirnya memutuskan untuk membuat akun Twitter. Ya, saya juga kalah dengan teknologi. Saya mulai membiasakan diri dengan Twitter yang aneh itu, namun memang sulit rasanya meninggalkan Facebook. Teknologi memang hebat ya. Semoga kita bisa banyak belajar darinya.
Akhirnya, setelah sekian lama, dengan semua aral yang melintang, saya membuka akun tumblr yang tak terlihat berbeda dari terakhir kali penampakannya. Sejak tahun baru saya sudah dihadapkan dengan jadwal perkuliahan yang sangat padat. Selama kurang lebih sebulan saya bergelut dengan blok pertama di semester 2 ini yang bertajuk Bio Medical Science 3 atau yang akrab disapa BMS 3. BMS itu mempelajari ilmu-ilmu dsar kedokteran, tidak jauh berbeda dengan biologi SMA, hanya jauh lebih dalam. Jika biologi SMA menggali dengan sekop, maka BMS menggali… oh bukan menggali namun mengeruk dengan alat beratnya. Dan kenapa ada angka 3 setelah spasi? Karena saat semester 1 saya sudah menghadapi 2 kakak seperguruannya, BMS 1 dan BMS 2. Meskipun ia adik paling bungsu, namun ialah yang paling merepotkan, totally disaster! Puji syukur ke hadirat Tuhan saya telah melaluinya walaupun hasilnya belum diketahui, semoga saya lulus.
Sebenarnya tak ada tujuan khusus saya untuk menulis saat ini. Hanya ingin menjenguk akun ini yang lama tak dijenguk. Saat ini saya sedang dalam waktu santai karena baru selesai ujian blok. Walaupun hanya 3 hari dan tidak ada bedanya dengan weekend pada umumnya, namun rasanya lega sekali, puas bisa bangun tidur saat matahari sudah tinggi. Mungkin agak norak dan klise namun memang beginilah rasanya. Kemarin setelah selesai ujian saya langsung melakukan ritual wajib yaitu bermain futsal. Setiap selesai ujian saya dan kolega di kampus selalu melepas penat di tempat bermain futsal yang tak jauh dari kampus. Memang main futsal sungguh menyenangkan.
Ngomong-ngomong soal bola, awal bulan ini dunia sepakbola dikejutkan dengan 4 transfer besar di detik-detik terakhir penutupan bursa transfer musim dingin lalu. Tentu yang paling mencengangkan adalah mega transfer Fernando ‘el nino’ Torres dari Liverpool ke kubu London Biru, Chelsea, dengan badrol 50 juta poundsterling saja. Chelsea juga memboyong bek Benfica, David Luiz seharga 25 juta poundsterling saja. Jadi untuk 2 pemain tersebut Chelsea merogoh kocek 75 juta poundsterling SAJA. 2 transfer besar lainnya juga datang dari Inggris. Liverpool yang mendapat dana segar setelah manjual Torres, langsung memboyong 2 bomber sekaligus, Andy Carroll dari Newcastle United (35 juta) dan Luiz suarez dari Ajax Amsterdam (26 juta). Memang dua klub ini sangat bernafsu, dengan begitu mudahnya uang dialirkan seperti saat buang air kecil. Klub idola saya Manchester United cukup kalem, hanya memboyong kiper Andres Lindegaard.
Waktu begitu cepat ya. Sekarang sudah hari Sabtu. Besok hari Minggu. Lusa hari Senin dan saya harus kembali ke kampus untuk memulai blok baru yang bertajuk Life Cycle, atau jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, Siklus Kehidupan. Sesuai judulnya di sini akan dibahas tentang siklus hidup manusia, berawal dari proses pembuatan saat malam pertama hingga proses pemakaman. Dari proses pembuahan hingga manusia kembali ke tanah. Wish me luck. Seperti biasa saya sudah tak tau mau menulis apa, jadi saya akhiri saja tulisan tak berbobot ini. Selamat tahun baru (telat). Selamat tahun baru imlek (ga telat-telat benget).
Buah dada melambai-lambai, da da bye bye.
Bung Ical yang terhormat,
Saya percaya anda lebih berkuasa dari presiden di negara ini
Sri Mulyani anda singkirkan dan mengungsi dari tanah kelahiran yang dicintainya
Satgas anda bungkam sehingga tak lagi bersuara
Kepolisian dan Kejaksaan anda injak saat mereka menangani sang perampok: gayus
sehingga anda pun tidak akan terkait dengan kebusukannya
Saya percaya anda juga telah menebar magnet kharisma anda yang bernama rupiah di petinggi PSSI
Juga menanam sanak keluarga, handai taulan di tempat ini: Nirwan, Nurdin Halid, Andi Darussalam..
Tapi biarkan olahraga yang satu ini tetap menjadi milik kita, jangan anda rebut lagi
Anda boleh menguasai yang lainnya, apapun atau siapapun yang bisa anda beli dengan kekayaan anda
Kami tidak peduli anda menjadi ketua partai dengan cara membeli orang-orang yang sekarang menjadi pembela anda nomor wahid
Tapi tolong jangan anda kotori kesucian olahraga ini
Bung Ical
Anda bisa memiliki segalanya, tapi jangan yang satu ini
Biarkan ini tetap menjadi milik kami
Biarkan kami meneriakkan gairah kami pada permainan yang satu ini
Bagi kami inilah ekstasi untuk sejenak melupakan kepenatan kami atas kerasnya hidup yang mungkin tidak pernah anda rasakan sejak anda menghirup udara di dunia ini
Biarkan kami meneriakan nama-nama pahlawan kami kami: Bambang Pamungkas! (bukan bambang soesatyo), Markus Horison! (bukannya (melchias) markus mekeng), Firman Utina! (tidak firman soebagyo)
Bung Ical
Tidak kah anda melihat dan cemburu karenanya?
Bagaimana kami melonjak, berteriak dan tersenyum bahagia sekedar dapat melihat pujaan kami
Kami teriakkan nama-nama mereka dengan cinta tanpa pamrih rupiah
Irfan Bachdim!!! Christian Gonzales!!! Okto!!
Saat ini mereka adalah pahlawan kami
Pahlawan dengan parfum keringat yang menetes, bukannya armani
Pahlawan yang berkaus basah dan bercelana pendek, bukan pahlawan dalam setelan jas dan dasi
Pahlawan di lapangan rumput, tidak di gedung berpendingin ruangan di senayan
Tidak kah bung bertanya, mengapa kami menjadikan mereka pahlawan?
Karena mereka mencoba dengan sekuat tenaga, dengan keringat dan air mata membuat kami bahagia
Oleh karenanya, apapun hasil perjuangan mereka, nama mereka akan selalu lekat di hati kami,
mereka tetap pahlawan kami
Kami pun bahagia menjadi bagian dari perjuangan mereka, walau sekedar teriakan penyemangat
Akan kami ceritakan saat-saat perjuangan mereka kelak kepada anak cucu kami
Bung Ical
Anda berkeinginan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini kelak
Oleh karena itu jangan biarkan remah-remah simpati yang tersisa pada kami lenyap
Anda mungkin ingat ungkapan : “we may forgive, but we’ll never forget”
Kami tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kami akan ingat selamanya :Lapindo, penggelapan pajak…
Jangan anda tambah kekecewaan kami dengan merebut permainan ini dari kami
Jika anda ingin mendapat sedikit ucapan terima kasih dari kami
tolong anda bisikkan sesuatu kepada Nurdin agar ia segera menyingkir dari olahraga ini
Terima kasih Bung Ical.
Ahmad Bustomi
Spanduk di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Saya sedang menjelajahi facebook dan secara tak sengaja muncul link menuju fans page seseorang di sebalah kanan monitor. Dia adalah legenda klub lokal favorit saya, Persija Jakarta. Dia adalah legenda Tim Nasional Indonesia. Dia adalah Bambang Pamungkas.
Saya pun masuk fans page tersebut dan ada sebuah link yang menuju ke official website dari Bambang. Website tersebut berisi banyak sekali tulisan dari pemain yang akrab disapa bepe ini. Dan ternyata tulisannya menarik, membahas tentang keseharian, pribadi, dan tentu saja Persija Jakarta dan Tim Nasional.
Saya tak menyangka seorang Bambang Pamungkas gemar menulis dan tulisannya bagus (menurut saya). Jika anda penggemar sepakbola nasional, apa lagi jika anda fans dari Persija Jakarta, anda pasti rela menghabiskan banyak waktu untuk membaca tulisan-tulisan bepe ini.
Sekarang ini sedang demam sepak bola namun bukan Piala dunia yang membawa demam tersebut. Jauh lebih kecil dari itu yaitu AFF Suzuki Cup 2010 atau yang dulu dikenal sebagai Piala Tiger. Ini adalah sebuah kompetisi sepak bola regional yang menjadi lambang supremasi tertinggi sepak bola di Asia Tenggara. Entah berapa derajat demam masyarakat Indonesia, naum sepertinya demamnya cukup panas. Setiap hari berita tentang tim nasional kita mendominasi acara di televisi, bukan hanya acara berita, bahkan sampai acara infotainment. Berita besar macam mafia pajak dan video mesum pun seakan terlupakan untuk sejenak. Di satu sisi saya senang melihat antusiasme masyarakat akan kiprah timnas, namun di sisi lain saya juga merasa miris karena mayoritas berita yang disajikan adalah berita tak berbobot dari kalangan yang tak mengerti sepak bola.
Mungkin acara-acara di televisi ingin menunjukkan antusiamenya namun saya justru melihat kebalikannya. Mereka justru menunjukkan kalau ini seakan-akan hanya ‘mengikuti arus’, arus Piala AFF. Berita yang dominan bukan membahas tentang kiprah tim secara keseluruhan, tapi terfokus pada 1 individu. Ya, Irfan Bachdim. Media di Indonesia khususnya infotainment yang membuat paling miris. Bayangkan dalam 1 hari ada berapa acara infotainment dari pagi hingga malam dan hanya membahas ketampanan Irfan Bachdim, terkadang membahas skillnya namun itupun menurut saya over-rated. Sungguh konyol, seakan-akan mereka kekurangan berita selebritis sampai merusak menyangkutpautkan sepak bola menjadi berita konyol seperti itu. Memang mereka tak mengeri apa-apa, mereka hanya terbawa arus, memanfaatkan euforia timnas kita untuk keuntungan diri sendiri.
Bambang Pamungkas